Selasa, 29 Maret 2016

Jajanan Pasar (Tradisional) Populer di Indonesia

Di Indonesia beragam kuliner terutama jajanan pasar atau jajanan tradisional tersebar di seluruh penjuru negeri. Berikut ini beberapa jajanan pasar (tradisional) yang populer di kalangan masyarakat Indonesia:


1. Kue Lumpur
Kue lumpur adalah jajan pasar yang termasuk penganan ringan. Bahan utamanya yaitu santan, kentang, tepung terigu, dan telur. Sebagai pewangi digunakan vanila dan seringkali diberi hiasan kismis dan kelapa muda iris di permukaannya. Kue ini tergolong dalam kue basah sehingga tidak tahan disimpan lama

2. Onde-onde
Onde-onde terbuat dari tepung terigu, kadang juga dibuat dari tepung ketan yang digoreng atau direbus dan permukaannya ditaburi/dibalur dengan biji wijen. Terdapat bermacam-macam variasi, yang paling dikenal adalah onde-onde yang terbuat dari tepung ketan dan di dalamnya diisi pasta kacang hijau. Variasi lain hanya dibuat dari tepung terigu dan diberi warna pada permukaannya seperti putih, merah, atau hijau yang dikenal sebagai onde-onde gandum, yang merupakan onde-onde khas dari kota Mojokerto

3. Klepon
Makanan ini terbuat dari tepung beras ketan yang dibentuk seperti bola-bola kecil dan diisi dengan gula merah lalu direbus dalam air mendidih. Klepon yang sudah masak lalu digelindingkan di atas parutan kelapa agar melekat, sehingga klepon nampak berbalur parutan kelapa. Biasanya klepon diletakkan di dalam wadah yang terbuat dari daun pisang.

4.  Lupis atau Lopis
Lupis atau lopis terutama dikenal di area Jawa. Kue manis ini terbuat dari beras ketan. Dapat menambah kemanisannya dengan adanya kelapa parut dan gula aren. Biasanya dimakan pada saat sarapan atau teman minum teh pada sore hari.

5. Wajik
Wajik ketan terbuat dari beras ketan yang dikukus kemudian dimasak dengan campuran santan, dan gula merah hingga berminyak dan terasa lembut. Setelah wajik diangkat dari tempat pengolahan, wajik kemudian akan dibentuk atau diiris dalam bentuk belah ketupat atau jajar genjang. Bentuk belah ketupat atau jajar genjang oleh orang Jawa biasa disebut bentuk wajik, oleh karena itu kue ini bernama wajik



6. Wajik Kletik
Wajik kletik berasal dari Blitar. Wajik kletik juga memiliki bahan utama yang sama dengan wajik ketan yaitu beras ketan. Bedanya, wajik kletik dibungkus kecil-kecil menggunakan kulit jagung atau klobot. Kulit jagung akan disetrika supaya terbebas dari bakteri sehingga wajik menjadi lebih tahan lama.


7. Kue lapis
Disebut kue lapis karena biasanya kue ini terdiri dari dua warna yang berlapis-lapis. Kue ini banyak ditemui di daerah-daerah di Indonesia. Kue ini dibuat dari tepung beras, tepung kanji, santan, gula pasir, garam dan pewarna. Kue ini dikukus setiap lapisannya sebelum kemudian lapisan di atasnya ditambahkan. Pewarna yang digunakan untuk kue lapis bisa terdiri dari pewarna makanan buatan atau pewarna alami. Pewarna yang sering digunakan adalah pandan (hijau) dan sirup bunga mawar (merah)



8.  Dadar gulung
Kue dadar gulung dapat digolongkan sebagai pancake. Kue ini  yang diisi dengan parutan kelapa yang dicampur dengan gula jawa cair. Isi ini disebut unti. Kulit dadar gulung berwarna hijau karena diberi pewarna daun suji.

9. Gethuk
Getuk berbahan utama ketela pohon atau singkong. Getuk merupakan makanan yang mudah ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pembuatan getuk dimulai dari singkong di kupas kemudian kukus atau perebusan, setelah matang kemudian ditumbuk atau dihaluskan dengan cara digiling lalu diberi pemanis gula dan pewarna makanan. Untuk penghidangan biasanya ditaburi dengan parutan buah kelapa
10. Gethuk lindri
Getuk lindri adalah varian dari getuk biasa. Dibuat dengan cara singkong digiling halus dengan gula pasir, dibubuhi pewarna makanan dan vanili dan setelah itu dicetak kecil-kecil memanjang dan dirapatkan memanjang ini serupa dengan mie hingga berbentuk memajang dengan ketebalan sekitar 2cm lebar 4cm, setelah itu dipotong-potong berbentuk panjang sekitar 5cm dan lebar 4cm.


11. Lumpia
Lumpia dikenal sebagai makanan khas Semarang. Makanan ini berupa lembaran tipis dari tepung gandum yang dijadikan kulit lalu digunakan sebagai pembungkus isian yang dapat berupa rebung, telur, sayuran segar, daging, atau makanan laut. Makanan ini dibuat dengan cara digoreng dan biasanya disajikan bersama saus atau cabai




12.  Kue Putu Ayu
Dibandingkan dengan kue putu, kue putu ayu bisa tahan lebih lama dan biasa dijual di banyak toko kue. Kue putu ayu dicetak dalam cetakan yang membentuk seperti bunga. Penampilannya dan warnanya yang cantik menjadi dasar namanya, putu ayu. Tekstur dan rasanya agak beda dengan putu bambu. Putu bambu lebih “kepyar” (mudah tercerai-berai), sedangkan putu ayu lebih padu dengan tekstur mirip kue bolu. Kebanyakan putu ayu dibuat dari campuran tepung beras dan tepung ketan.



13. Lemper
Lemper terbuat dari ketan yang dikukus dan biasanya berisi abon atau cincangan daging ayam, dan dibungkus menggunakan daun pisang. Jajanan ini terkenal di seluruh Indonesia sebagai pengganjal perut sebelum memasuki tahap makan besar.
 14. Nagasari
Nagasari terbuat dari tepung beras, tepung sagu, santan, dan gula yang diisi pisang. Kue ini biasanya dibalut dengan daun pisang lalu dikukus. Rasanya agak manis dan sangat lembut ketika digigit.
 15. Cenil

Cenil berasal dari Yogyakarta. Jajanan ini merupakan makanan yang terbuat dari pati ketela pohon. Makanan ini bisa dibentuk bulat-bulat kecil atau kotak kemudian diberi warna sesuai selera sebelum direbus. Cenil biasanya disajikan dengan parutan kelapa dan ditaburi gula pasir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar